Latest Post

PAGUYUBAN JATHILAN Bekso Kyai Janti  dan Sanggar Ngrenas yang base-camp serta sekretariatnya beralamat di pedukuhan Janti, desa Jatisarono, kecamatan Nanggulan, kabupaten Kulon Progo berkesempatan mementaskan kesenin tari dan juga jathilan alias kuda kepang.

*Jathilan Putri Bekso Kyai Janti
Karena bertempat di sekretariat, maka acara ini tentu dihadirkan kepada masyarakat sekitar dan juga untuk mempersembahkan yang terbaik kepada warga pecinta seni, baik yang ada di lingkungan pedukuhan Janti ataupun lingkup yang lebih luas darinya. Mendapat dukungan dari pemerintah daerah kabupaten Kulon Progo melalui dinas kebudayaannya, acara ini berhasil dihelat tanpa kendala suatu apa. Bahkan yang sejatinya telah masu musim hujan, namun kali ini juga tak ada air hujan yang mengguyur dan membubarkan penonton.

Gambar: pic.ikanmasteri.com
Dihelat pada hari Minggu tanggal 15 November 2015, pentas gelar budaya kesenian tari jathilan berhasil menyajikan budaya terbaik kepada masyarakat. Terbukti dengan membanjirnya khalayak dalam menikmati pentas seni ini. Dari dimulainya acara hingga selesai jelang Maghrib, lebih dari 1000 penonton hilir-mudik menyaksikan beberapa atraksi pertunjukan yang dipersembahkan oleh putra-putri sanggar Ngrenas dan juga paguyuban jathilan BKJ.

Dalam penampilannya, bahkan wiyaga dan para pengrawit, alias penabuh gamelan dan alat musik, juga tampak kompak. Bukan saja kompaknya seragam pakaian yang mereka kenakan, namun juga kompaknya dalam menabuh alat musik hingga tercipta harmoni. [xixii]

*Pengrawit Jathilan BKJ

*) Credit Photo: Yoga Pratama



Bertempat di Aula Adikarto (Gedung Kaca), Wates, Kulo Progo, pada hari Sabtu tanggal 31 Oktober 2015 sebanyak 35 kepala desa dilantik oleh  Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo.  Mereka yang dilantik ini adal;ah kepala desa terpilih pada saat diadakan pilkades serentak pada tanggal 20 bulan September 2015 lalu, yang satu di antaranya adalah PS Joko Parikenan, putra pedukuhan Janti Kidul XII sebagai kepala Desa Jatisarono. Dengan demikian, masa jabatan kepala desa ini adalah enam tahun tertanggal dilantiknya tersebut.

Selain dihadiri pihak kades terpilih beserta keluarga dan pamong desa bersangkutan, acaraa pelantikan itu dihadiri pula oleh Forkorpimda, Camat, dan Kepala SKPD terkait.

[Baca juga: PS Jaka Parikenan: Kepala Desa Jatisarono Terpilih Periode 2015 - 2021]

Dalam sambutannya dr. Hasto Wardoyo menyampaikan selamat kepada semua pihak yang telah mensukseskan proses pilkades, dan juga ucapan terimakasih kepada mantan kades yang telah mengabdi dan berpartisipasi dalam pembangunan desa.

Pilkades serentak di 35 desa se-Kabupaten Kulon Progo tersebut adalah pilkades pertama yang dilaksanakan berdasar UU No. 6 tahun 2014 tentang desa. Dengan total calon kades sebanyak 117 di 35 kursi.  Pada akhirnya dari 35 kursi tersebut, sebanyak 12 orang adalah mantan kades, 2 orang adalah anggota BPD, 2 orang adlaah perangkat desa, 2 orang lagi merupakan PNS, sedangkan dari tokoh masyarakat berjumlah 17 orang.  


PS Joko Parikenan

PS Joko Parikenan sebagai kepala desa terpilih di wilayah desa Jatisarono kecamatan Nanggulan ini adalah putra Janti yang pendidikannya pun dimulai dari pedukuhan setempat, yaitu TK dan kemudian SDN Nanggulan II. 

Sebelum melanjutkan ke pendidikan jenjang tinggi di Universitas Sanaat Dharma Yogyakarta, beliau juga sempat mengenyam pendidikan di Seminari. Namun pada akhirnya tetap teguh untuk kembali ke kampung halaman, membangun desa tanah kelahirannya.

Kini, setelah menjabat sebagai kepala desa, beliau tentu memiliki tanggungjawab yang tak enteng. Karena musti mengemban amanat terhadap warga, dan melangkah berdasar aturan yang telah ditetapkan sebagaimana tercantum dalam UU no 6 tahun 2014 tentang Desa.

Sehubungan dengan Undang-undnag yang di dalamnya berisi menegnai tata kelola keuangan desa, maka seiring era modernisasi ini dituntut pula untuk melakukan peningkatan kapasitas dan kemampuan SDM dalam hal tata kelola dan administrasi keuangan serta IT.    Hal ini dilakukan kepala desa itu tak lain demi kelancaran sendiri dan bersama, khususnya demi menghindari salah-pengelolaan.   Training peningkatan kapasitas perangkat desa harus diselenggarakan.

Selamat atas pelantikan ini, selanjutnya diharapkan Bapak Paulus Sosiandaru Joko Parikenan bisa meningkatkan taraf hidup warga Jatisarono, melanjutkan program sebelumnya dan membuat gebrakan baru, serta mampu berkoordinasi dengan perangkat desa terkait, maupun dengan kepala desa dan jajaran perangkat desa di lingkungan Kulon Progo lainnya. [xixii]


PEMILIHAN kepala desa di sejumlah desa wilayah kabupaten Kulon Progo telah purna dilaksanakan pada hari Minggu Pahing 20 September 2015. Sebanyak 35 desa secara serentak melakukan pemungutan suara dari pukul 7.00 pagi dan ditutup pada pukul 13.00 siang harinya.

JANTI yang kali ini dijadikan satu TPS (Tempat Pemungutan Suara) mengambil tempat di kediaman Bapak Dukuh Janti Kidul XII, Dul Takim. Artinya, baik warga Janti Kidul XII ataupun Janti Lor XI dalam melaksanakan pencoblosan gambar calon kepala desa pelaksanaannya hanya di satu tempat tersebut.    Pelaksanaan pemungutan suara itu berjalan lancar tiada halangan suatu apa, petugas KPPS juga cukup membantu berlangsungnya acara. 

Hingga pada akhirnya, setelah penutupan TPS, yaitu pukul 13.00, tak lama kemudian langsung dilakukan penghitungan suara yang dilakukan oleh petugas dan disertai pula oleh para saksi yang telah dihadirkan sejak dari pagi.

Janti yang berlaku menjadi TPS bernomor IX dengan rincian perolehan suara adalah sebagai berikut;


  1. Sapto Hari                         : 5
  2. Muji Nugroho, SE            : 197 
  3. Arif Budi Santoso, Amd  : 73 
  4. PS Jaka Parikenan, SE   : 187
  • Jumlah Suara Sah sebesar                : 462
  • Jumlah Suara Tidak Sah sebesar      : 3
  • Jumlah Pemilih Hadir                       : 465 
  • Jumlah Pemilih Tidak Hadir             : 83
  • Jumlah Pemilih Tetap                       : 548 
  • Jumlah Pemilih Tambahan               : 0 
  • Jumlah Pemilih Tetap + Tambahan  : 548

Dengan melihat secara detil hasil rekapitulasi di atas, Muji Nugroho yang bernomor urut 2 mampu memimpin perolehan suara dengan jumlah 197, sedangkan calon kades terpilih sejatinya hanya terpaut selisih 10 angka yaitu di angka 187.     Untuk rival terdekat Jaka Parikenan, yaitu Arif Budi Santoso yang bernomor urut 3 mengantongi suara sejumlah 73 angka, sementara Sapto Hari dengan nomor urut satu mendapatkan jumlah suara sebanyak 5.

Mencermati angka-angka di atas, maka akan diperoleh jumlah suara yang masuk adalah 462.    Guna mencermati lebih lanjut, silakan clik juga gambar terlampir yang berwarna-warni itu, karena selain bisa mengamati rekapitulasi di TPS IX Janti, kita pun akan bisa mencermati hasil perolehan suara di wilayah lain dari TPS 1 hingga TPS 8, beserta rincian jumlah suara lainnya, baik sah ataupun tidak sah, hadir ataupun tidak hadir. [uth]

Rekapitulasi Pilkades Jatisarono Nanggulan Kulon Progo Yogyakarta

Minggu Pahing 20 September 2015 menjadi hari H pemilihan Kepala Desa --secara serentak-- di beberapa desa wilayah Kulon Progo. Dan untuk wilayah Nanggulan, selain desa Kembang dan desa Donomulyo, desa Jatisarono adalah salah satunya. 

Bertempat di Pendopo Desa Jatisarono, pada sore hari, tepatnya pukul 15.53, panitia pemilihan kepala desa wilayah Jatisarono, telah menyatakan bahwa kepala desa terpilih periode 2015 - 2021 adalah kandidat dengan nomor urut 4 atas nama Paulus Sosiandaru Joko Parikenan.

Hal tersebut dinyatakan panitia setelah pada waktu sebelumnya melakukan penghitungan suara di tiap tempat pemungutan suara yang totalnya berjumlah 9 TPS, terdiri dari 12 pedukuhan. Dan kemudian dilaporkan dan dihitung kembali di balai desa tersebut.

[Baca juga: Muji Nugroho Memimpin di TPS IX Janti, Terpaut 10 Angka dengan Calon Kepala Desa Terpilih: PS Jaka Parikenan]

PS Joko Parikenan (kades terpilih) bersama Panpilkades dan aparat
Transparansi dan azas keterbukaan dilaksanakan pada rekapitulasi tersebut, bahkan masyarakat awam juga bisa langsung menyaksikan hasil akhirnya.

Usai pengumuman nama calon terpilih, kandidat yang unggul langsung diberikan selamat dan kemudian dipersilakan untuk berdiri di depan guna menyampaikan sambutan serta rasa syukur atas amanat yang dilimpahkan kepadanya.

Ketika berdiri di depan, saudara PS Joko Parikenan sebagai sosok kades terpilih tak henti-hentinya mengucapkan rasa terimakasih mendalam kepada berbagai pihak, baik masyarakat yang memilih pun yang tidak, kepada rekan sesama kandidat, serta ucapan terimakasih kepada panitia pemilihan kepala desa. [uth]

Silakan Clik Gambar untuk Memperbesar Hasil Rekapitulasi

Selembar kertas yang baru saja diterima beberapa hari menjelang diselenggarakan pencoblosan dalam rangka pemilihan kepala desa di wilayah Desa Jatisarono cukup unik untuk dibaca. Pasalnya ada hal yang bisa dikatakan janggal antara judul tulisan di kop bagian atas dan isi yang tertulis di bagian awal kalimatnya.

Bagaimana tidak, ketika membaca di bagian atas, maka di sana ada kalimat yang jika dibaca akan berbunyi "Surat Pemberitahuan," akan tetapi justru ketika masuk pada kalimat awal di lembaran kertas ini, maka yang terbaca adalah sebuah kalimat yang memuat kata perintah-permintaan, yaitu "mengundang."

Baiklah, lupakan hal di atas, dan alangkah baiknya jika kita melanjutkan kalimat yang ada di bawahnya. Bahwa lembaran kertas itu ternyata adalah sebuahs surat yang bisa dikatakan sebagai "surat pemberitahuan," akan tetapi sah juga apabila ditengarai sebagai "Surat Undangan." 

Dikatakan sebagai surat undangan karena memang berisi permintaan kehadiran guna melakukan pencoblosan dalam rangka pemilihan kepala desa Jatisarono, Nanggulan, Kulon Progo. Sedangkan dibilang surat pemberitahuan, pasalnya di sana tertera juga mengenai tempat dan waktunya.

Untuk warga Janti (baik Janti Lor XI ataupun Janti Kidul XII) yang telah memiliki hak pilih berhak memperoleh undangan tersebut dan selanjutnya mendatangi tempat pemungutan suara yang telah ditentukan, yaitu di kediaman Dukuh Janti Kidul XII, Bapak Dul Takim. Waktunya adalah hari Minggu Pahing, 20 September 2015, dibuka pada pukul 7.00 dan berakhir pada pukul 13.00 WIB.

Warga pedukuhan di wilayah Janti, baik Janti Kidul XII ataupun Janti Lor XI disediakan tempat untuk melakukan pemungutan suara di TPS 9. Dengan Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara tak lain adalah Dukuh Janti Kidul XII, Dul Takim. 

Janti menjadi kampung yang agak berbeda karena terdapat dua kandidat yang pada pilkades kali ini yang berasal dari Janti, yaitu nomor urut 2 atas nama Muji Nugroho dan juga nomor urut 4 yang bernama PS Jaka Parikenan.    Muji Nugroho merupakan sosok tak asing bagi masyarakat desa Jatisarono karena beliau memang adalah juga bagian dari staf perangkat desa Jatisarono, sedangkan Joko Parikenan tak jauh dari kehidupan para petani, pasalnya beliau adalah juga salah seorang yang aktif di Bagian Unit Distribusi Gabungan Kelompok Tani Karya Sejahtera Nanggulan.

Sedangkan dua orang lain yang menjadi pilihan dalam pencoblosan itu, yang bernomor urut 1 adalah Sapto Hari yang merupakan warga Pedukuhan Nanggulan, sedangkan Arif Budi Santoso adalah kandidat bernomor 3 yang merupakan warga pedukuhan Soronanggan.  

Perlu diketahui, bahwa pesta demokrasi di TPS 9 wilayah Desa Jatisarono ini sejatinya adalah satu bagian dari hajatan pilkades (pemilihan kepala desa) secara serentak di sejumlah 35 desa se kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. [uth]


Berdasarkan catatan dari Panpilkades (Panitia Pemilihan Kepala Desa) Jatisarono tahun 2015, terkutip bahwa ada empat kandidat yang mendaftarkan diri untuk berkompetisi dalam ajang pesta demokrasi pemilihan kepala desa wilayah Jatisarono kecamatan Nanggulan Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sejatinya ini merupakan ajang pesta demokrasi yang digelar serentak di wilayah kabupaten Kulon Progo, karena bukan saja desa Jatisarono yang hendak mengadakan pemilihan kepala desanya. Namun juga lebih dari tiga puluh desa lainnya. 

Untuk wilayah kecamatan Nanggulan bukan saja Desa Jatisarono yang melaksanakan pemilihan kepala desa ini, melainkan ada tiga desa lain, yaitu Desa Kembang, Desa Donomulyo, dan juga Desa Banyuroto.

Empat kandidat yang resmi telah terdaftar  dan penentuan nomor urut juga telah dilaksanakan itu masing-masing adalah sebagai berikut;

Nomor 1: Sapto Hari

Nomor 2: Muji Nugroho

Nomor 3: Arif Budi Santoso

Nomor 4: PS Joko Parikenan

Dari keempat kandidat yang maju mencalonkan diri sebagai kepala desa tersebut, terdapat dua kandidat yang berasal dari pedukuhan Janti. Yaitu Muji Nugroho yang benomor urut 2 adalah Janti Lor XI, dan PS Joko Parikenan dari Janti Kidul XII namun kini telah bermukim di sebelah barat kantor Desa Jatisarono.

Berkaitan dengan hari H pelaksanaan pencoblosan --yaitu Minggu Pahing 20 September 2015-- para kandidat yang maju mencalonkan diri itu juga diberikan kesempatan untuk melakukan kampanye, termasuk menyebar dan menempelkan poster dan alat peraga lain di sepanjang wilayah Desa Jatisarono yang terdiri dari 12 Padukuhan.

Waktu untuk penempelan dan penyebaran alat peraga tersebut dijadwalkan mulai malam Senin Legi memasuki tanggal 14 September 2015 dan dilakukan selama 3 x 24 jam. Demikian rangkaian aturan itu harus dipatuhi oleh segala pihak demi menjaga kelancaran bersama. [uth]

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.