WARTA JANTIXIXII
SPACE IKLAN
Sila layangkan ke mail@jantixixii.com

Pemerintahan

Olah Raga

Kuliner

Tempat Ibadah

Tempat ibadah merupakan bagian penting dan tidak bisa dipisahkan dari pembangunan secara keseluruhan. Pembangunan tempat ibadah memiliki posisi dan peran strategis sebaga landasan moral, spiritual serta etika dalam berkehidupan.

Tempat peribadatan memiliki peranan penting sebagai tempat berlangsungnya penyampaian ajaran sebuah agama pun kepercayaan, dimana agama pun keyaqinan itu bisa mendorong manusia untuk melakukan dan tidak melakukan sesuatu. Agama pun keyaqinan sedikit banyak memiliki pengaruh dalam mendidik manusia agar berbuat baik dan mencegah perbuatan buruk. Dan masih melalui pengamalan agama serta keyaqinan jugalah seseorang mampu memahami keberadaan Tuhan dan mengabdi kepada-Nya, bahkan lebih dari itu adalah timbulnya empati terhadap sesama.

Meskipun sudah dibangun sarana pendidikan formal (misalnya sekolah), namun sarana peribadatan suatu agama tetap tak bisa diabaikan. Lantaran selain sebagai pendukung pendidikan, toh agama -sebagai sistem nilai- juga tetap memiliki fungsi penyelamatan, bimbingan, pemersatu, pengubah dan pemecahan masalah yang diarahkan pada upaya pembentukan tatanan kehidupan yang makin maju.

Pedukuhan Janti adalah wilayah yang memiliki warga berkeyakinan tak sama, dimana meskipun berbeda kenyataan yang bisa dilihat dari kesemuanya itu toh kerukunan tetap mampu terjaga. Tak mudah terprovokasi lantaran banyak warga sudah mampu berpikir dewasa dalam menjalankan ajaran dan lalu mengimplementasikannya pada lingkungan sekitar.

Karena keberadaan penganut agama pun keyaqinan yang berragam diwilayah Janti itulah maka tempat ibadah di pedukuhan Jantipun tak hanya terdapat satu saja. Selain Masjid sebagai tempat sembahyangnya orang-orang muslim, masih tersedia Gereja, bahkan Kapel sebagai tempat beribadahnya saudara-saudara yang beragama Nasrani.


Masjid Al Falaq

Masjid Al Falaq adalah tempat ibadah saudara-saudara umat Islam yang terdapat di wilayah Janti. Tanah tempat dibangunnya Masjid tersebut awalnya dulu adalah hasil pemberian (wakaf) dari Bapak alm. Noto Dimejo (ayah dari Bp Jamal). Dimana dulu pada medio 1970 dan 1980an masih berupa Langgar, dengan nama Langgar Al Falaq.
Langgar Al Falaq dibangun warga masyarakat bersama dengan pihak LKMD (Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa) dan dibantu juga oleh para Mahasiswa yang saat itu sedang mengadakan kegiatan KKN a.k.a Kuliah Kerja Nyata.

Era 90an, yaitu sekitar tahun 1992 wujud Langgar Al Falaq dipugar untuk kemudian dibangun menjadi Masjid. Karena proses pembangunan Masjid memakan waktu yang tak sebentar lantaran sempat tersendat, maka disediakanlah rumah Bapak alm. Pawiro Redjo (Ayah dari Bp Ngadimin Siswo Sugito)  guna mengalokasikan umat muslim di Janti beribadah bersama.

Setelah melalui proses panjang, akhirnya pembangunan Masjid Al Falaq bisa terlaksana atas swadaya masyarakat Janti. Hingga pada sekitar tahun 1995 dipasanglah mustaka a.k.a kubah Masjid, dimana sebelum pemasangan juga diadakan pawai pengambilan mustoko yaitu dari daerah Palbapang Bantul.

Menuju era 2000, telah terjadi banyak perkembangan Masjid, dimana secara fisik jelas bisa diperhatikan pada adanya penambahan pagar dan juga halaman beserta pernik-pernik lainnya.


Gereja Kristen Jawa

(Maaf masih menunggu update)


Kapel Janti

(Masih menunggu update juga)
 
Copyright © 2010- | Berita dan Budaya | Janti Jatisarono Nanggulan Kulon Progo Yogyakarta
About | Contact | History | Sitemap | Home