WARTA JANTIXIXII
SPACE IKLAN
Sila layangkan ke mail@jantixixii.com

Pemerintahan

Olah Raga

Kuliner

Sejarah

Ketika menyimak sejarah tentang Janti tentu mau tak mau kita juga harus terlebih dahulu menyimak sejarah mengenai Kelurahan Jatisarono yang menaungi pedukuhan Janti, baik Pedukuhan XI Janti Lor ataupun Pedukuhan XII Janti Kidul.

Kelurahan/Desa Jatisarono awalnya merupakan gabungan dari tiga wilayah, yaitu terdiri dari Kelurahan Soronanggan, Kelurahan Jatingarang serta Kelurahan Nanggulan.

A. Kalurahan Jatingarang membawahi 3 Pedukuhan, yaitu;
  • Pedukuhan Jatingarang
  • Pedukuhan Bejaten 6
  • Pedukuhan Bejaten 7
B. Kalurahan Soronanggan menaungi 4 Pedukuhan, antara lain ;
  • Pedukuhan Jati Purwo ( Soronanggan )
  • Pedukuhan Jati Gondho ( Krinjing Penthol )
  • Pedukuhan Jati Kerto ( Krinjing )
  • Pedukuhan Jati Wangi ( Grubug )
C. Kalurahan Nanggulan meliputi 3 pedukuhan, yaitu;
  • Pedukuhan Nanggulan
  • Pedukuhan Kauman
  • Pedukuhan Janti

Masing-masing Kalurahan diatas sedikitnya memiliki 6 jabatan aparat (pamong), yaitu; Kebayan/Jagabaya, Kepethengan, Ulu-ulu, Kaum, Kamituwa, dan Prabot. Nah, hal yang berhubungan dengan keberadaan pedukuhan Janti, tentu saja adalah Kalurahan Nanggulan. Alasannya tak lain karena Janti berada dibawah naungan Kalurahan Nanggulan.  

Dahulu, meskipun namanya adalah Kalurahan Nanggulan, akan tetapi keberadaan kantor administrasi kelurahan Nanggulan justru sempat juga berada di wilayah pedukuhan Janti, tepatnya berkedudukan di rumah Bapak Purwopiharto yang saat itu menjabat sebagai Lurah kepala Desa (dan Bapak Martodimulyo sebagai Cariknya).   

Melalui kebijakan pimpinan Pemerintah Kapanewon Nanggulan, yang digawangi oleh Bapak Panewu Pangarso Kusumo, dan telah disepakati serta disetujui oleh Lurah-lurah lama beserta tokoh-tokoh masyarakat, maka dari 3 Kalurahan diatas selanjutnya digabung menjadi satu Kalurahan.

Atas gagasan Bapak (alm) Cokrodirin, maka pada tanggal 16 Oktober 1946 gabungan tiga kalurahan itu diberi nama Kalurahan JATISARONO. Yaitu merupakan singkatan dari  JATI yang berasal dari Jatingarang, SARO yang terbentuk dari kata Soronanggan, serta NO yang terpagut dari kata Nanggulan. (Oleh karena itu tanggal 16 Oktober akhirnya diperingati sebagai hari jadi kelurahan Jatisarono)

Usai proses penggabungan kalurahan itu, maka medio Januari 1947 segera diadakan pengisian Perangkat Desa dimana setelah melalui berbagai musyawarah antar  unsur tokoh masyarakat.  Bapak Tondosutikno terpilih sebagai Lurah pertama di Desa Jatisarono Nanggulan Kulon Proogo.

Pada medio 1947an inilah Pedukuhan Janti terpilih sebagai kantor administrasi pemerintahan yang pertama untuk Kalurahan Jatisarono, wilayah Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi tepatnya ada disebelah timur pasar Nanggulan yang saat ini akhirnya dijadikan sebagai Kantor Pos Nanggulan.

Setelah berkantor selama setahun, yaitu medio 1946 sampai dengan 1947, maka rumah Joglo Kalurahan Jatisarono berpindah tempat dari Pedukuhan Janti -sebelah timur pasar Nanggulan- menuju ke Jatingarang, tepatnya di tanah pekarangan milik Bapak Tondosutikno yang sudah   dibeli oleh pihak Kalurahan Jatisarono. Di tempat inilah Kantor Lurah Desa Jatisarono berdiri, sebagaimana yang bisa kita saksikan sampai dengan saat ini. 

Sejarah Janti
Pohon Preh di komplek pemakaman Janti tumbang
Sedari dulu kebenarannya Pedukuhan Janti teramat mudah dikenal orang. Hal yang membuat gampang dikenal tak lain dan tak bukan adalah keberadaan sebuah pohon besar bernama Pohon Preh.

Sayangnya pada hari Kamis, tanggal 5 May 2011, ketika terjadi hujan deras yang disertai angin kencang, pohon preh yang berdiameter lebih dari 4 meter tersebut tumbang. Bahkan tumbangnya pohon Preh sempat memporak-porandakan bangunan sekitar, diantaranya adalah pemakaman dan juga Gereja sebagai tempat ibadah umat Kristiani.

Padahal ketika kita naik ke Puncak tertinggi pegunungan Menoreh, misalnya ke Gunung Kelir, maka pedukuhan Janti masih mampu dilihat dari atas dengan mata telanjang hanya dengan mengandalkan ciri sebuah pohon besar nan rindang tersebut.

Dan sejatinya sebelum pohon ini tumbang, justru Pohon Preh adalah landmark Pedukuhan Janti, dimana Pohon Preh itu tumbuh dipinggir jalan Raya Janti, tepatnya di kawasan pemakaman Pedukuhan Janti Lor XI, Kelurahan Jatisarono, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. [uth]

***
Pohon Preh as an illustration of Sejarah Janti is taken from SoloPos without permission
 
Copyright © 2010- | Berita dan Budaya | Janti Jatisarono Nanggulan Kulon Progo Yogyakarta
About | Contact | History | Sitemap | Home