Menunggu Panen Padi Selepas Matun

MATUN adalah istilah "menyiangi" yang digunakan oleh para petani dalam proses menghilangkan gulma ataupun tanaman pengganggu padi.

Matun bisa dilakukan beberapa kali tergantung keadaan persawahan yang ada. Bisa cuma satu kali kalau memang tak ada banyak tanaman pengganggu lain. Atau bisa jadi tiga kali tatkala terlalu banyak gulma ataupun benalu yang mengganggunya.

Tanaman padi mulai njenthiri
Tanaman padi mulai njenthiri
Ketika gulma-gulma tersebut tak dibersihkan bukan tidak mungkin hasil panen akan mengalami penyusutan, atau bahkan bisa mengalami gagal panen.

Proses penanaman padi selepas ditanam bukanlah sebatas memberikan pupuk saja. Lebih dari itu, perawatan adalah juga menjadi faktor utama keberhasilannya. Karena hal yang sangat dibanggakan adalah keberhasilan petani dalam melihat hasil panen padinya.

Hasil panen padi itu sudah bisa dilihat ketika tanaman padi sudah mulai ada bakal buahnya. Atau kalau istilah para petaninya adalah "njenthiri." Setelah njethiri, akan terlihat hasil adalah saat bisa muncul buah secara merata, atau istilahnya adalah 'mratak.'

Saat proses mratak telah nampak, maka pemandangan nun hijau pun lumayan membuat mata ini nyaman dan bahagia memandangnya. Pun dengan para petani serta penggarapnya, mereka juga bahagia dengan harapan tinggal menunggu hasil yang akan dipanen kelak.
Padi menghampar di Janti Jatisarono
Hamparan pertanian padi di Nanggulan

Dari mratak sampai dengan tua dan bisa dipanen biasanya memerlukan waktu 3 minggu ataupun 4 mingguan. Dan saat ini (pertengahan Mei, red) area persawahan di seputar pedukuhan Janti Jatisarono Nanggulan Kulon Progo telah mengalali proses mratak tersebut. [uth]

.

Saat proses mratak telah nampak, maka pemandangan nun hijau pun lumayan membuat mata ini nyaman dan bahagia memandangnya. Pun dengan para petani serta penggarapnya, mereka juga bahagia

Post a Comment

[blogger][facebook]

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.