Kerajinan Akar Serat Alam Menoreh Sedang Padat

Setelah beberapa bulan agak lesu pada akhirnya pertengahan tahun ini pekerjaan kerajinan berbahan dasar akaralam di seputar pegunungan Menoreh mulai padat karya. Hal ini nampak dari banyaknya pesanan -utamanya produk ekspor- kerajinan tangan di wilayah Menoreh, khusunya di Janti Nanggulan.

Satu kesibukan pengrajin dalam memenuhi pesanan pasar
Sebenarnya mulai awal puasa pekerjaan kerajinan akar alam, sudah banyak permintaan sample produk. Namun ketika masih berupa permintaan sample, tentu belum menjadi sebuah kepastian dalam hal pengerjaan pesanan. Sehingga akan bisa dilihat, tentu setelah terjadinya "deal" pemesanan.

Pada akhirnya selepas Lebaran, tepatnya akhir bulan Agustus 2013, beberapa pesanan produk mulai disetujui oleh para buyer.

Satu sisi hal ini menjadi kebahagiaan para pengrajin lantaran ada harapan penghasilan akan sedikit bertambah. Namun di sisi lain, ada pekerjaan rutin yang tak bisa ditinggalkan begitu saja, yaitu "garap sawah."

Ya, sebagaimana diketahui bahwa warga pengrajin akaralam sebagian juga berprofesi sebagai penggarap lahan di seputar persawahan wilayah Nanggulan. Padahal bulan-bulan ini adalah masa memulai aktivitas bercocoktanam padi setelah beberapa waktu lalu menanami sawah dengan jenis palawija.

Hanya saja, meskipun ada sedikit kendala, semua pekerjaan yang sudah disanggupi tetap menjadi prioritas utama dan tak bakal dinomorduakan. Baik menyangkut kualitas ataupun mengenai kualitas produk.

Tiga orang pilar pengrajin akaralam yang utama di wilayah padukuhan Janti - Nanggulan tetap berkomitmen mengerjakan kerajinan yang telah mereka sanggupi, baik Dwi Santosa sebagai pemilik KINDO Handicraft, Tusiran sebagai owner Menoreh Handicraft, dan juga Totok Timbul yang selalu mendapatkan pesanan khusus produk ekspor.

Ketiga pengrajin tersebut benar-benar sedang memiliki kesanggupan padat dari pesanan kerajinan akaralam di wilayah lembah Menoreh pedukuhan JantiJatisarono Nanggulan Kulon Progo Yogyakarta ini.

Dan inilah satu bukti, bahwa meski di kampung, namun toh tetap ada yang bisa dijadikan karya sebagai penopang hidup sekaligus difungsikan sebagai sarana untuk membangun pedesaan a.k.a "mbangun desa..!" [uth]

Tiga orang pilar pengrajin akaralam Menoreh di wilayah padukuhan Janti - Nanggulan tetap berkomitmen mengerjakan kerajinan yang telah mereka sanggupi

Post a Comment

jayabhaya.com said... 25 October 2013 at 14:09

Saya baru tahu ini kalo di Nanggulan Khususnya Desa jatisarono ada kerajinan akar alam. Kalo begitu sampel Produknya juga sudah ada di DEKRANAS Kulon Progo ya.

[blogger][facebook]

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.