Ruwahan, Doa Bersama, dan Nyekar

Ruwahan, Doa bersama, dan Nyekar. Adalah rangkaian yang baru saja dilaksanakan oleh sebagian warga  pedukuhan JantiJatisarono Nanggulan Kulon Progo Yogyakarta.

Nyadran n Doa bersama
Nyadran n Doa bersama
Disebut dengan istiah "ruwahan" lantaran tradisi tersebut memang dilakukan pada bulan Ruwah dalam penanggalan Jawa ataupun bulan Sya'ban dalam penanggalan Hijriyah. Yaitu bulan sebelum menginjak masa puasa Ramadhan.

Tradisi ruwahan sejatinya telah ada sejak dahulu kala, yaitu sebelum masa Islam datang. Tepatnya adalah pada masa Majapahit dengan istilah sradha, yaitu istilah yang digunakan oleh umat Hindu untuk sebuah upacara pemuliaan roh leluhur yang telah meninggal.

Sesuai catatan sejarah, diceritakan bahwa pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk di Majapahit, beliau sempat menyelenggarakan upaca sradha guna memuliakan arwah Ibunda tercintanya, yaitu Tribhuwana Tunggadewi.

Nyadran n Doa bersama
Nyadran n Doa bersama
Cerita sejarah itu makin diperkuat dengan catatan dalam Kitab Negara Kertagama yang mengisahkan pertama kali pelaksanaan upacara sradha yaitu dilakukan oleh raja ke tiga Majapahit, Ratu Tribuana Tunggadewi sendiri. Upacara tradisi sradha dimaksudkan untuk memberi penghormatan kepada arwah Ramanda Diah Sanggramawijaya dan ketiga ibu prameswari.

Dari kisah-kisah itulah maka terkenal dengan tradisi nyadran ataupun sadranan. Pada hakekatnya tradisi ruwahan pun nyadran tak jauh berbeda. Yaitu mengirim doa kepada para leluhur yang telah mendahului kita.

Pohon Preh masa lalu
Pohon Preh masa lalu
Hal itu tak akan menjadi sebuah persoalan besar tentunya, justru sudah semestinya digiatkan, karena toh hakekat yang tercipta adalah kemuliaan. Adapun mengenai mengirim bunga atau diistilahkan dengan "nyekar" dan juga acara makan bersama di kuburan tempat berlangsungnya acara ruwahan, hal itu bisa dimaknai sebagai wujud satu hubungan alam yang tetap erat. Sementara kembang dan makanan adalah medianya.

Di sanalah terletak hubungan kesejatian berujud "manusia", yaitu hubungan antarpersonal dengan Tuhan, serta hubungan antara manusia satu dengan manusia lainnya, hablum minallah - hablum minannas.

Warga pedukuhan Janti, baik Janti Lor maupun janti Kidul kali ini menyelenggarakan acara Ruwahan bertempat di Pesarean Lor, tepatnya disebelah area pohon preh yang telah tumbang beberapa waktu lalu. [uth]


Ruwahan Janti Nanggulan
Ruwahan Janti Nanggulan

*) Photo Ruwahan, Doa bersama, dan Nyekar oleh Jhon Arie

Pada Ruwahan, Doa bersama, dan Nyekar terletak hubungan kesejatian berujud "manusia", hubungan antarpersonal dengan Tuhan, hubungan manusia satu dengan lainnya, hablum minallah - hablum minannas

Post a Comment

[blogger][facebook]

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.