Puasa Ramadhan di Janti Nanggulan Kulon Progo

Ada berbagaimacam perbedaan dalam memulai hari peribadatan puasa Ramadhan di Janti Nanggulan Kulon Progo tahun 2013 ini. Hal itu tak bisa lepas dari berbagai macam keyaqinan yang ada pada warga pedukuhan Janti.

Ya, pedukuhan JantiJatisarono Nanggulan Kulon Progo Yogyakarta adalah kampung yang memiliki masyarakat dengan berbagai macam perbedaan. Bukan saja perbedaan pada profesi, ada petani, pengrajin, pengusaha, ataupun pegawai. Namun perbedaan itu terletak juga pada ketidaksamaan keyaqinan yang dianut. 

Kebersamaan dalam perbedaan Puasa
Kebersamaan dalam perbedaan
Banyak keyaqinan ada di tempat Janti Nanggulan Kulon Progo ini. Tak harus serupa, tiap warga acapkali berbeda keyaqinannya. Namun justru perbedaan itu menjadi hal yang selalu dirawat oleh banyak warga dalam mengakrabkan diri yang dimanifestasikan pada pergaulan dan geguyuban sehari-hari.

Ketika berbeda agama pun keyaqinan, teramat wajar jika peribadatannya juga tidak sama. Hanya saja kali ini, meski terletak pada satu keyaqinan, namun ada pula perbedaan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Ibadah puasa Ramadhan pada warga Janti ada yang mulai melaksanakan pada hari Selasa tanggal 9 Juli 2013, akan tetapi banyak juga yang mulai melaksanakannya pada hari Rabu tanggal 10  Juli 2013.

Meski sama-sama dalam naungan bendera muslim, tetap ada perbedaan di sana. Namun hal yang membahagiakan justru perbedaan itu tak menjadikan masalah untuk dipertentangkan. Semua memiliki dasar masing-masing. Yang memulai pada hari Selasa tentu mempunyai alasan, diantaranya adalah mengikuti keputusan yang telah diumumkan oleh satu badan muslim yang cukup memiliki nama di negeri ini. Namun yang hari Rabu juga memiliki alasan kuat, misalnya mengikuti pengumuman resmi dari pihak mereka yang menamakan diri sebagai pemerintah negeri.

Semua menjadi keanekaragaman di perkampungan Janti. Namun pada dasarnya Masjid Al Falaq Janti mulai melaksanakan ibadah Sholat Tarawih berjamaah adalah pada hari Selasa malam Rabu, sebagaimana yang diputuskan oleh pihak Pemerintah.

Suasana perbedaan dalam memulai menjalankan peribadatan Ramadhan itu tak begitu mempengaruhi keriuhan yang ada. Kebahagiaan sebagian warga terpancar lantaran bisa bertemu kembali dengan bulan Puasa tahun ini. Bisa berkumpul bersama keluarga unuk kembali menjalankan ibada puasa Ramadhan.

Alangkah nikmat sebuah kebersamaan ini telah digambarkan dalam peribadatan puasa. Tak ada yang harus diistimewakan dalam perbedaan puasa. Justru berbeda dalam puasa sudah semestinya diambil maknanya dalam diam. Lapar itu menjadi biasa bagi mereka yang kekurangan, maka bulan inilah waktunya introspeksi diri. Tidak makan itu adalah hal acapkali dilakukan oleh kaum duafa, maka hikmah puasa inilah yang semestinya menyadarkan kita. Masih banyak orang-orang di sekitar kita ini yang kekurangan makan, kekurangan waktu guna mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kesadaran-kesadaran dalam perberbedaan semacam itulah yang bisa dimaknai. Selamat menjalankan ibadah Puasa Ramadhan 1432 H (2013 M). Semoga tetap mendapatkan berkah kesehatan dan nikmat berkelimpahan. Amin...! [uth]

*) Puasa Ramadhan di Janti Nanggulan Kulon Progo

Nikmat kebersamaan puasa Ramadhan di Janti Nanggulan Kulon Progo juga digambarkan dalam peribadatana. Tak ada yang harus diistimewakan dalam perbedaan puasa, justru berbeda sudah semestinya diambil maknanya dalam diam

Post a Comment

Topik said... 10 July 2013 at 13:23

Makasih infonya dan Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

[blogger][facebook]

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.