Petani Janti Menanam Palawija

Ada yang menengarai bahwa Kecamatan Nanggulan adalah satu kecamatan di wilayah kabupaten Kulon Progo yang jaraknya paling dekat dengan pusat Ibukota Daerah Istimewa Yogyakarta.

Entah dari mana dan siapa yang menengarai, namun admin jantixixii.com tak hanya sekali saja menemukan tulisan perihal kedekatan jarak tersebut. Bisa jadi karena keberadaan kecamatan Nanggulan ini persis ada disebelah barat kota Jogja yang bisa ditempuh dari perempatan tugu menuju arah barat lurus melalui outer ringroad lalu menuju pasar Godean dan tetap lurus hanya selang satu lampu merah -yaitu diperempatan Gedongan- maka akan langsung menyeberang jembatan kali Progo.

Sejatinya kalau dihitung jarak, ada di sebelah selatan kecamatan Nanggulan adalah juga kecamatan Sentolo yang jaraknya juga mungkin sepadan.

Baiklah, terlepas dari jarak, ada hal lain yang ingin kami paparkan mengenai keseharian warga Nanggulan, khususnya yang bertempat tinggal di wilayah pedukuhan Janti Jatisarono.

Sebagaimana yang diterapkan oleh pihak pemerintahan Kulon Progo, bagian utara Kulon Progo yang meliputi kecamatan Kalibawang dan kecamatan nanggulan telah dipetakan sebagai lokasi agri industri. Maka kegiatan pertanian lumayan marak dilakukan oleh masyarakat di Janti Nanggulan ini.

Secara regular pertanian di Kulon Progo ini memang dititikberatkan pada cocok-tanam padi, namun bukan berarti hanya melulu padi saja yang dikembangkan disini. Lantaran pertanian padi tetap diselingi dengan bercocok-tanam jensi palawija. Jadi secara waktu, bisa dipaparkan bahwa pertanian di wilayah Nanggulan dalam satu tahun melaksanakan dua kali (dua musim) menanam padi dan lalu disambung satu kali menanam palawija.

Jenis tanaman padi biasanya diberikan mandat oleh pihak pemerintah desa agar terjadi kesamaan penanaman jenis padi. Hal itu selain agar kompak, tujuannya adalah juga demi mengantisipasi terjadinya serangan hama padi. Mandat pemerintah desa itu biasanya dilakukan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Pihak Penyuluh Lapangan dari dinas pertanian.

Apabila penanaman padi dilaksanakan pada musim-musim yang memungkinkan terjadinya hujan, maka cocok tanam palawija dilakukan dengan waktu yang mengarah pada musim kemarau. Alasannya, karena tanaman palawija tak begitu butuh irigasi. Alasan lain digilir dengan tanaman palawija bukan saja hanya sebatas berpatokan pada musim, akan tetapi juga demi menjaga struktur tanah.

Nah, saat bulan Mei seperti sekarang inilah jatah waktu bercocok-tanam palawija itu dilaksanakan di area pertanian sekitar wilayah kecamatan Nanggulan Kulon Progo, termasuk didalamnya adalah tanah pertanian seputaran pedukuhan Janti, Jatisarono.

Pilihan jenis palawija yang ditanam tetap dimerdekakan kepada pihak petani. Bisa menanam jagung, kedelai, semangka, melon, dan masih banyak lagi. [uth]

Janti Nanggulan Kulon Progo
Sawah Palawija Nanggulan
'
Petani Janti menanam palawija

Bulan Mei seperti sekarang inilah jatah waktu bercocok-tanam palawija itu dilaksanakan di area pertanian sekitar wilayah kecamatan Nanggulan Kulon Progo

Post a Comment

[blogger][facebook]

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.