Matun pari

Mangsa matun pari adalah masa dimana para petani sudah memasuki masa bertumbuhnya padi pasca tanam. Mangsa matun pari biasa dimulai dari padi minimal berumur tiga minggu ataupun satu bulan setelah masa tanam, dimana akan banyak gulma dan tanaman pengganggu di sekitarnya.

Hamparan persawahan Nanggulan Kulon Progo
Hamparan sawah Nanggulan

Meski belum begitu lama ternyata pertanian padi di wilayah Nanggulan Kulon Progo, khususnya persawahan di seputar pedukuhan Janti, telah membutuhkan proses matun pari guna menyingkirkan gulma serta tanaman pengganggu.
.

Ya, gulma ataupun tanaman pengganggu di seputar tanaman padi itu layak di enyahkan dengan cara di siangi alias di watun. 

Namanya juga gulma, maka ketika dia tidak dibuang dari tanaman padi tentu saja akan sangat mengganggu kesuburan pertumbuhan padinya.

Kegiatan matun pari ini bisa dilakukan hanya sekali, ataupun dua bahkan tiga kali, bergantung dari keadaan tanaman pengganggunya. Apabila tak begitu banyak dan tak bertumbuh subur gulmanya, tentu saja hanya butuh satu kali dalam proses matun pari ini. Akan tetapi sebaliknya, ketika gulma yang mengganggu itu gampang tumbuh subur, maka butuh beberapa kali untuk membuangnya.
 

Yang jelas proses matun padi ini teramat penting juga demi menunjang hasil padi agar sesuai harapan, bisa mencapai hasil maksimum.

Hamparan sawah Nanggulan

Semoga pertanian kita tetap memberikan berkah pada semua kehidupan, Tetap semangat..! [uth]

*) Matun pari

Proses matun pari bisa dilakukan hanya sekali, ataupun dua bahkan tiga kali, bergantung dari keadaan tanaman pengganggunya

Post a Comment

[blogger][facebook]

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.