Gotong Royong Secara Sukarela

Keringantanganan warga pedukuhan Janti yang melakukan kegiatan gotongroyong secara sukarela menjadi pelengkap berita terdahulu, yaitu mengenai kegiatan gotong-royong kerja bakti demi membangun sarana umum. 

Kalau dahulu sempat tertuliskan kegiatan kerjabakti yang sejatinya memerlukan komando dari Pak Dukuh sebagai kepala pedukuhan, maka ada bentuk gotongroyong lain yang tak butuhj dikomnado oleh sesiapapun. Yaitu gotong-royong yang dilakukan pada acara kesripahan alias kematian.

Kerja Bakti Gotongroyong
Patehan
Ya, gotong royong kerja bakti yang memerlukan komando memang ada banyak macamnya, baik itu dalam pembangunan sarana dan prasarana umum, ataupun gotong-royong pada orang yang sedang memiliki gajatan.

Yang agak lain terjadi adalah gotong-royong yang dilakukan pada keluarga yang sedang dirundung duka lantaran anggota keluarganya ada yang meninggal. Maka warga pedukuhan Janti tak butuh dikomando bisa dengan mudah datang, membantu serta melakukan kebersamaan, bergotongroyong mengerjakan hal-hal yang dibutuhkan pada acara kematian tersebut.

Bahkan gotong-royong secara sukarela pada acara kesripahan ini tak hanya dilakukan oleh kebanyakan kaum lelaki. Kaum perempuan juga tetap memiliki peranan penting di sini.

Tatkala kaum lelaki ada yang mempersiapkan gotong-royong pada  pekerjaan penggalian tanah di kuburan, ataupun mempersiapkan kebutuhan di rumah duka, maka kaum perempuan juga melakukan gotong-royong mempersiapkan kebutuhan yang diperlukan oleh semua pihak. Sebagai contoh adalah mempersiapkan bahan konsumsi yang dipersembahkan bagi mereka yang bekerja menggali di kuburan.

Rewang
Rewang Sripah

Kebersamaan dalam bentuk gotong-royong secara sukarela itu masih terus tertanam pada hampir semua warga di kaki bukit Menoreh, utamanya di pedukuhan Janti, Jatisarono, Nanggulan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Tak memerlukan komando sesiapapun, mereka berangkat gotong-royong secara sukarela, tanpa mengharapkan pamrih. Yang menjadi prinsip para warga hanyalah bahwa semua nanti akan tetap berbalik ke kita. Ketika kita mau ringan tangan membantu keluarga yang sedang dirundung duka kematian, maka nantinya kita juga akan dibantu oleh warga sekitar. Lantaran kematian adalah sebuah kepastian. [uth]

*) Gotong-royong secara sukarela

Tatkala kaum lelaki ada yang mempersiapkan gotong-royong pada pekerjaan penggalian tanah di kuburan,maka kaum perempuan juga melakukan gotong-royong mempersiapkan kebutuhan yang diperlukan oleh semua pihak

Post a Comment

[blogger][facebook]

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.