Barongan dan Rewo-rewo Topeng Jathilan

Ketika Anda menyaksikan pertunjukan jathilan maka adakalanya nampak pula penampilan yang berujud barongan dan rewo-rewo topeng. Barongan dan rewo-rewo topeng jathilan tersebut diantaranya hadir pada pementasan BKJ a.k.a Bekso Kyai Janti. Yaitu paguyuban kesenian jathilan yang ada di lembah kaki bukit Menoreh, Pedukuhan Janti, Kelurahan Jatisarono, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Barongan dan Pawang Jathilan
Barongan dan Pawang Jathilan BKJ
Barongan dan rewo-rewo topeng jathilan dihadirkan sebagai pelengkap sebuah pertunjukan seni jathilan, baik itu jathilan klasik maupun jathilan kreasi baru. Nah, ketika pada jurnal terdahulu ada yang bertanya mengenai apa itu jathilan, maka sebelum sampai pada pokok bahasan barongan kita simak juga tentang tari topeng jathilan.

Pada jathilan klasik dahulu, kehadiran barongan acapkali dipasangkan dengan kehadiran beberapa tari topeng. Beberapa dari mereka ada yang dinamakan penthul, bejer, dan juga cepet.

Penthul adalah tari topeng pada jathilan yang memiliki cirikhas bergigi dua (didepan) serta berhidung kecil namun agak memanjang kedepan. Bukan hidung mancung namun bukan pula hidung layaknya buta terong. Dari bentuk hidung inilah maka dinamakan penthul, karena memang menthul (menonjol) kedepan.

Barongan dan rewo-rewo topeng jathilan BKJ
Barongan dan rewo-rewo topeng jathilan BKJ
Bejer adalah kebalikannya penthul, yaitu tari topeng jathilan yang mempunyai ciri hidung pesek dan menarinyapun beriringan dengan penthul. Dua pasangan ini adakalanya ber-akrab-ria. Namun tak jarang juga sering bermusuhan, apalagi kalau sudah "ndadi" kesurupan alias trance.

Topeng bernama cepet adalah wujud tari topeng pada jathilan yang menyeramkan. Biasanya berwarna dominan merah tua dan berrambut gimbal, sementara kostumnya mengenakan pakaian serba hitam. Aksesoris yang selalu dibawa sang cepet adalah arit bendho. Yaitu sebuah senjata yang menyerupai golok.

Cepet inilah yang dipasangkan dengan barongan. Tak lain dan tak bukan karena memiliki penampilan topeng muka yang sama-sama menyeramkan. Bedanya kalo cepet disosokkan sebagai makhluk berkaki dua, sementara barongan terlihat sebagai makhluk berkaki empat ataupun berkaki enam, lantaran barongan diperankan oleh dua atau tiga orang. (Walaupun pada jathilan kreasi baru ada juga barongan yang dimainkan oleh satu orang, itu pengecualian).

Rewo-rewo topeng jathilan Bekso Kyai Janti
Rewo-rewo topeng jathilan Bekso Kyai Janti

Barongan selain berperan sebagai pasangan cepet, adalah juga merupakan sebuah kendaraan yang ditumpangi sang tokoh jathilan. Misalnya dalam kisah cerita jathilan dengan penokohan Panji Asmara Bangun, maka barongan ini digunakan sebagai kendaraannya si putra sang raja kerajaan JenggalaManik tersebut.

Baik penthul, bejer, cepet, dan barongan diatas adalah pelaku tari topeng pada jathilan klasik. Dimana pada tari jathilan kreasi baru kali ini wujud-wujud tersebut semakin ramai, karena disemarakkan pula dengan kehadiran beberapa peran tari topeng tambahan. Yaitu tari topeng rewo-rewo.

Rewo-rewo topeng jathilan gedruk Medari
Rewo-rewo topeng jathilan gedruk Medari
Dalam seni tari jathilan kreasi baru, bahkan adakalanya tari topeng ini terdiri dari satu babak penampilan sendiri. Hal itu nampak jelas terlihat pada jenis jathilan gedruk. Yaitu jathilan yang pada kaki para pemainnya dipasangi klinthing (lonceng) agar tercipta bunyi gemerincing saat mereka tampil "nggedruk" alias menghentakkan kakinya.

Terlepas dari pakem yang sering diterapkan, itulah khasanah dunia seni tari jathilan dari waktu-kewaktu. Memperlihatkan bahwa budaya itu adalah budi dan daya yang tak lekang waktu karena kreasi serta inovasi yang dicipta pun kembangkan oleh para pelakunya. 

Memang antara jathilan klasik berbanding jathilan kreasi baru terlihat ada perbedaan. Namun sepertinya hal itu tak membuat perubahan yang signifikan. Karena toh pada dasarnya semua yang bermain dalam jathilan baik pada jathilan klasik ataupun jathilan kreasi baru, kebanyakan juga bakal mengalami "ndadi", termasuk didalamnya adalah pelaku barongan dan rewo-rewo topeng jathilan. [uth]

*)  Barongan dan rewo-rewo topeng jathilan

Kehadiran barongan acapkali dipasangkan dengan kehadiran beberapa tari topeng rewo-rewo. Pada jathilan klasik ada yang dinamakan penthul, bejer, dan juga cepet

Post a Comment

[blogger][facebook]

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.