Manuk Klangenan di Janti Jatisarono

Hobby manuk klangenan di Janti Jatisarono Nanggulan Kulon Progo saat ini lumayan masih tetap menghinggapi masyarakat. Manuk adalah bahasa Jawa dari burung, sementara klangenan adalah istilah yang bisa didefinisikan sebagai "kegemaran"

Manuk Klangenan
Kenari - Manuk Klangenan
Ya, mungkin ada sebagian pembaca yang telah paham bahwa di seputaran Yogyakarta ini ada tak sedikit warga yang sangat getol dengan pemeliharaan burung, utamanya burung yang dipelihara sebagai klangenan.

Klangenan manuk timbul selain karena keindahan warna, tentu yang sangat digemari adalah suara yang dihasilkan oleh para burung. Baik itu berupa "ocehan"nya ataupun "manggung"nya. 

Dalam penyebutan keluarnya suara dari burung memang ada sedikit perbedaan antara istilah 'ngoceh' berbanding 'manggung'. Burung perkutut tentu saja tak diistilahkan dengan 'ngoceh', begitu pula burung kutilang tak akan pas kalau harus dikatakan "manggung". Yang paling aman tentu kalau menggunakan istilah berbahasa Indonesia, yaitu berkicau.

Ada banyak jenis burung sebagai  klangenan di kawasan Menoreh ini, diantaranya adalah perkutut,  kutilang, kenari, kacer, cucakrawa, pleci, lovebird, cucak jenggot, anis merah dan lain sebagainya.

Dari hobby memelihara burung selain ada kepuasan "klangenan" tentu dilain sisi ada juga peluang meraih laba dalam transaksi jual beli. Bukan saja pada jual-beli burungnya, lebih dari itu adalah jual-beli pakan serta sangkarnya. Oleh karenanya ada kesempatan perekonomian warga sedikit terdukung dengan keberadaan manuk klangenan. [uth]

*) Manuk klangenan di Janti Jatisarono

Manuk klangenan di Janti Jatisarono selain karena keindahan warna, tentu yang sangat digemari adalah suara yang dihasilkan oleh para burung. Baik itu berupa "ocehan"nya ataupun "manggung"nya.

Post a Comment

[blogger][facebook]

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.