Janti Nanggulan Berkurban Tujuh Sapi

Pada peringatan Hari Raya Iedul Adha 1433 H atau Lebaran Haji tahun 2012 kali ini Pedukuhan Janti Nanggulan kurban tujuh sapi.

Ya, setelah beberapa pekan lalu, -tepatnya pada acara pamitan haji- dikabarkan bahwa ada 4 warga Janti, Jatisarono, Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta yang pergi ke tanah suci guna menunaikan ibadah haji, maka pada perayaan Lebaran haji tahun 2012 ini warga yang tinggal di Janti juga tetap bisa menikmati tujuh hewan kurban berujud sapi, dimana ketujuh sapi tersebut disembelih di lingkungan Masjid Al Falaq, Janti.

Hewan Kurban di Janti
Sebagaimana biasa, pada malam menjelang Sholat Iedul Adha -hingga keesokan harinya- warga muslimin-muslimat di wilayah Pedukuhan Janti juga mengadakan Takbir bersama di Masjid Al Falaq. Setelah matahari terbit tepat pada tanggal 10 Dzulhijah maka diadakan pula Sholat Iedul Adha secara berjamaah.

Pada kesempatan Sholat Ied berjamaah tersebut, Masjid Al Falaq bahkan tak mampu menampung Jamaah yang berkehendak ikut Sholat, dimana tak sedikit yang akhirnya harus menggelar alas tambahan di samping Masjid. 

Berlaku sebagai Imam sekaligus Khotib pada kesempatan Sholat Ied tersebut adalah Al Ustad Basuki. Tema yang disampaikan pada kotbah tetap berkutat pada sejarah serta manfaat diperingatinya Hari Raya Qurban.

Perintah dari Allah kepada Nabi Ibrahim agar mengorbankan anaknya, yaitu Nabi Ismail, adalah satu perintah yang mengandung banyak pesan. Dan itu bukanlah satu perintah yang mengada-ada, lantaran yang diperintahkanpun adalah orang pilihan. Pengorbanan itulah yang harus tetap ada pada kehidupan kita ini. Ada banyak yang berharga, bahkan nyawapun kalau perlu tak usah sayang untuk dikorbankan ketika pengorbanan itu membawa manfaat bagi orang lain.

Masih sebagaimana terlontarkan pada kotbah Sholat Idul Adha di Masjid Al Falaq Janti, manfaat kurban salah satunya adalah bahwa binatang kurban itu nantinya akan difungsikan sebagai kendaraan guna menyeberangi jembatan shiratol mustaqim.  Oleh karena hal tersebut, maka sangat masuk akal apabila syarat bagi yang "berkorban" agar hewan yang dipilih bukan hewan yang sakit-sakitan ataupun hewan yang kurus-kering.

Daging Kurban Masjid Al Falaq Janti
Alasannya, selain daging gemuk itu nanti bisa dikonsumsi orang banyak, tentu karena kekokohan hewan korban sangat dibutuhkan di akhir nanti, yaitu ketika kendaraan korban itu digunakan sebagai sarana transportasi di jembatan Siratol Mustaqim.

Sholat Iedul Qurban di Masjid Al Falaq, Janti, Jatisarono, Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta dimulai tepat pukul 6.30 WIB dan usai sekitar pukul 7.05 WIB.
Pada kesempatan Sholat Iedul Qurban tersebut uang yang masuk di kotak Infaq  berjumlah Rp 1.237.000,- Puji Tuhan Syukur Alkhamdulillah...

Usai Sholat Iedul Adha selanjutnya warga Janti, baik Bapak-Bapak pun Ibu-Ibu saling bergotong-royong melaksanakan penyembelihan tujuh sapi korban. Dan meskipun diselingi dengan ibadah Sholat Jumat, namun pelaksanaan penyembelihan hingga pada akhir pembagian bisa berjalan cepat dan lancar, terbukti bisa selesai sekitar pukul 13.45 WIB.

Hampir 100% warga pedukuhan Janti, baik Janti Lor XI maupun Janti Kidul XII  -termasuk sebagian warga non muslim- memperoleh bagian hewan kurban dimana masing-masing Kepala Keluarga mendapatkan jatah lebih dari 3kg daging. Indahnya kebersamaan adalah cerminan Rahmatan Lil 'Alamin. [uth]

*) Janti Nanggulan kurban tujuh sapi

Usai Sholat Iedul Adha warga Janti, baik Bapak-Bapak pun Ibu-Ibu saling bergotong-royong melaksanakan penyembelihan tujuh sapi korban

Post a Comment

[blogger][facebook]

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.